Yuk lebih Pahami mengenai kemitraan Usaha

Di sesi ini Kita akan membahan mengenai kemitraan ,Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa bisnis besar atau kecil harus menjalin kemitraan bisnis ,dan apakah perlu kemitraan dalam usahan? Sebelumnya mari kita pahami apa itu kemitraan bisnis.

Kemitraan merupakan suatu bentuk kerjasama dua orang atau lebih yang bersama-sama memiliki sebuah bisnis dengan tujuan menghasilkan laba dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan”. Menurut UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil, pasal 1 ayat 8: Kemitraan adalah kerja sama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh Usaha Menengah atau Usaha Besar dengan memperlihatkan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Tujuan kemitraan adalah keuntungan baik secara finansial maupun non finansial yang dirasakan atau diterima oleh kedua pihak dan lingkungan sekitar.Kemitraan usaha baik dalam skala usaha kecil maupun skala besar pada akhirnya tidak hanya sekedar memberi keuntungan pada pihak yang bermitra, tetapi pula akan berdampak pada pihak-pihak lain atau masyarakat secara umum.ingat ya!tujuan utama adalah saling menguntungkan dan bermanfaat,bila kemitraan hanya salah satu pihak yang untung dan lainya rugi maka kemitraan dianggap gagal.

Manfaat apa yang didapat dari kemitraan?

Bila ditanya 1+1 pasti Anda akan menjawab 2, tetapi dalam konsep kemitraan, 1+1 harus lebih besar dari 2 (1+1>2). Mengapa demikian? Pihak- pihak yang bermitra masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, keduanya berusaha menutupi kekurangan masing-masing dengan kelebihan yang dimiliki oleh pihak lain atau pihak yang bermitra. Dengan demikian, diharapkan hasil yang dicapai dari kemitraan usaha harus lebih baik atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri tanpa kemitraan dengan pihak lain.manfaat utama kemitraan yaitu meningkatkan keuntungan dan produktifitas,mengefisiensi baik biaya maupun waktu,menikatkan kualitas produk dan membagi resiko agar tidak telalu besar,namun perlu di ingat keuntungan berbanding dengan resiko.

Jenis-jenis kemitraan
Dalam Kemitraan usaha, dapat dilihat beberapa jenis kemitraan, antara lain :


->Dilihat dari posisi pelaku yang bermitra kemitraan dibagi menjadi 2 yaitu Kemitraan vertikal,Kemitraan antara beberapa perusahaan yang memiliki tahap atau tingkatankegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir. dan kemitraan Horizontal,Kemitraan dari sejumlah perusahaan yang memiliki kegiatan usaha atau yang menghasilkan produk sejenis.

->Dilihat dari bentuknya yaitu

1.Inti plasma->Usaha besar sebagai inti membina dan mengembangkan usaha kecil dalam hal:
a)  Penyediaan dan penyiapan lahan;
b)  Penyediaan sarana produksi;
c)  bimbingan teknis produksi dan manajemen usaha;
d)  Perolehan, penguasaan, dan peningkatan teknologi;
e)  Pembiayaan;
f)  Pemasaran;
g)  Penjaminan;

2. Sub kontrak>Usaha besar memberikan dukungan berupa:
a)  Mengerjakan sebagian produksi dan/atau komponennya.
b)  Memperoleh bahan baku secara berkesinambungan dengan jumlah dan harga yang wajar.
c)  Bimbingan dan kemampuan teknis produksi atau manajemen.
d)  Perolehan, penguasaan, dan peningkatan teknologi.
e)  Pembiayaan dan pengaturan sistem pembayaran yang tidak merugikan salah satu pihak.
f)  Tidak melakukan pemutusan hubungan sepihak.

3. Waralaba
a)  Pemberi waralaba dan penerima waralaba mengutamakan penggunaan barang dan bahan hasil produksi dalam negeri.
b)  Pemberi waralaba wajib memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan, bimbingan operasional manajemen, pemasaran, penelitian dan pengembangan kepada penerima waralaba.

4. Perdagangan umum
a) Kerjasama pemasaran, penyediaan lokasi usaha, atau penerimaan pasokan dari usaha kecil secara terbuka.
b)  Kebutuhan barang dan jasa yang diperlukan usaha besar dilakukandengan mengutamakan pengadaan hasil produksi usaha kecil atau mikro
c)  Sistem pembayaran dilakukan dengan tidak merugikan salah satu pihak.

  1. Distribusi dan keagenan Usaha besar atau usaha menengah memberikan hak khusus untuk memasarkan barang dan jasa kepada usaha mikro atau usaha kecil.
  2. Bentuk kemitraan lain Modal patungan dengan pihak asing berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Lalu Startegi apa yang harus dijalanan dalam kemitraan usaha?

Berikut adalah langkah bagaimana merancang kemitraan dalam bisnis dan usaha :

  1. Memiliki kesamaan tujuan dalam berbisnis dan usaha: sebelum membangun kemitraan hal pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan tujuan pengembangan usaha dan bagaimana memajukan usaha serta bisnis yang akan dibangun.
  2. Membangun Peran Bisnis: dimana tujuan ini untuk memaksimalkan kekuatan masing-masing pasangan dalam kemitraan ini mempunyai peran anggota dalam kemitraan misalnya adalah pengaturan pembagian job kerja serta pembagian pendapatan.
  3. Membuat Dasar Umum dalam kemitraan: dilakukan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang terjadi suatu saat dalam kemitraan dalam berbisnis serta bagaimana nantinya bila kemitraan ini terputus.
  4. Terbukanya Komunikasi: masing-masing pihak dalam menjalin kemitraan ini harus dapat berkomunikasi dengan terbuka agar semua pihak bisa bekerja sesuai dengan kewajiban yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.
  5. Perjanjian Kemitraan: hal ini dilakukan untuk mendokumentasikan tanggung jawab dan kesepakatan, pembagian kerja, yang telah ditetapkan.

Hendak dalam bermitra kita harus konsisten dalam memahami diri,memahami konsep persamaan dan perbedaan manusia,memiliki tujuan bersama,memiliki komunikasi yang baik dan adanya kejujutran dan keterbukaan dalam bermitra.

Seperti yang telah saya bahas sebelumnya di Executive summary ide bisnis di Toko Me-Azalea https://tentangkita.car.blog/2020/10/29/my-idea-bmc-part-2-executive-summary/ kemitraan ini harus diterapkan dalam proses binisnya,kemitraan yang paling mendasar dalam bisnis adalah kemitraan antara penjual dan pembeli,dimana kemitraan akan terjalin dimana pelanggan mendapatan barang yang di inginkan dengan harga yang sesuai dan penjual mendapatkan keuntungan dari perjualan tersebut.di samping itu kemitraan erat dalam berbisnis dalam model BMC erat kaitanya dengan poin “KEY PARTNERS” dimana kemitraan dijalan baik dengan supplier maupun mitra rekanan dan reseller yang berhubungan langsung dengan Penjulan.

Demikian artikel ini saya buat,semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah Swt dan selalu diberikan kesehatan dan keselamatan,sekian dan terima kasih sudah menyempatkan membaca 🙂


Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai