Mengenal keuntungan dan kerugian bisnis waralaba

Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Wah, akhirnya saya bisa ngeblog lagi.

Jujur saja dulu saya menulis blog ini hanya untuk mata kuliah kewirausahaan 1,sekarang saya buka kembali karena saya mengambil mata kuliah kewirausahaan 3.jangan tanya dimana kewirausahaan 2 kemana karena menjadi yang kedua itu tidak mengenakan.hehehe.

kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Bisnis Waralaba ,sebelum membahas lebih lanjut apa itu bisnis waralaba? Franchise atau waralaba yaitu metode mendistribusikan produk atau layanan yang melibatkan Franchisor sebagai pemilik merek dagang atau nama dagang dan sistem bisnis. Franchisee atau penerima waralaba, yang membayar royalti dan seringkali biaya investasi awal untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual di bawah nama dan sistem franchisor.

Keuntungan menjalankan bisnis waralaba

  • Manajemen yang sudah terbentuk

Bisnis waralaba memberi keuntungan pada pelakunya karena telah mempunyai reputasi yang sangat bagus. Sistem manajemen usahanya juga teruji karena sudah pernah di jalankan sebelumnya.sehingga SOP dalam pengelolaanya sudah ada dan tinggal menjalankanya

  • Masyarakat telah mengenal merek

Biasanya usaha dengan model seperti demikian lebih mudah di pasarkan karena sebagian besar masyarakat, khususnya segmen pasar yang di tuju sudah mengenalnya.Sehingga menurut waralaba murah ongkos serta biaya yang di butuhkan untuk membangun nama atau merk bisnis tersebut sangat sedikit ketimbang saat membangun usaha yang benar-benar masih baru.

  • Kemudahan dalam manajemen keuangan

Setiap penanam modal atau pelaku usaha pasti lebih senang memberi modal terhadap bidang bisnis yang sudah kokoh berdiri terutama dari sisi jaringan pemasaran dan keuangan.Apabila memakai sistem franchise, kedua sistem tersebut telah di siapkan dengan baik oleh sang franchisor.Jadi pelaku usaha tidak akan pusing oleh urusan pemasaran dan keuangan.Ini sangat berbeda jauh saat harus merintis usaha baru, di mana kita harus mengurus sendiri pemasaran dan sistem keuangannya.

  • Jaringan bisnis sudah terbangun

Kelebihan lainnya adalah akan memperoleh sistem jalinan kerjasama yang telah terbangun dari franchisor. Bentuk kerjasama ini pada umumnya meliputi pasokan bahan baku dan alat produksi, promosi, pemasaran dan sebagainya.

  • Mendapat pelatihan/Training

Selain penyediaan bahan baku, alat produksi, bantuan promosi hingga pemasaran dan sistem manajemen, kita selaku pewaralaba juga selalu mendapat pelatihan atau training tentang hal-hal berkaitan dengan bidang bisnis yang akan di rintis.Jadi meski baru saja beroperasi, bisa langsung berjalan layaknya bisnis yang sudah lama buka.

  • Sebagai sarana pembelajaran

Khusus untuk pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi, jika memilih peluang usaha jenis ini, tentunya akan mendapat keuntungan lain. Keuntungan tersebut berupa pembelajaran tentang segala hal yang berhubungan dengan dunia bisnis.Ilmu ini bisa Anda jadikan bekal apabila suatu saat nanti ingin membuka usaha dengan nama dan merk dagang milik sendiri.

Kekurangan usaha franchise.

  • Sulitnya mengendalikan bisnis

Pewaralaba tidak dapat mengendalikan secara maksimal terhadap bisnis yang ia jalankan sendiri. Segala sistemnya telah di tentukan oleh franchisor.Jadi jika memiliki ide baru dan ingin mengembangkannya, hal ini tidak bisa langsung anda praktekan secara langsung.Karena ada perjanjian-perjanjian tertentu yang membatasi ruang gerak kita.

  • Terikat pada pemasok atau supplier

Salah satu cara guna menekan biaya produksi adalah mencari distributor atau pemasok bahan produksi yang bisa memberi harga lebih murah.Untuk urusan ini apabila bisnisnya memakai konsep franchise, sistem pasokan bahan produksinya telah di tentukan oleh sang pemilik dengan harga yang sudah tetap bahkan ada yang tidak bisa kita tawar.

  • Tingkat ketergantungan lebih tinggi

Kelemahan terbesar lain adalah tingkat ketergantungannya lebih tinggi di banding bisnis konvensional.Contohnya jika franchisor melakukan kesalahan besar yang mengakibatkan reputasi bisnisnya menurun, secara langsung kondisi tersebut juga akan berpengaruh terhadap operasional yang Anda kelola.

  • Ongkos merek

Berbeda dengan jenis lainnya, sebelum membuka calon pewaralaba harus membayar biaya pembelian hak merk dan segala hal yang sudah di tentukan dalam perjanjian.Penggunaan merk dagang ini tidak berlaku selamanya dan biasanya setiap tahun atau dalam kurun waktu tertentu harus bayar lagi.

  • Porsi keuntungan

Keuntungan yang di dapat oleh pelaku bisnis franchise tidak serta merta jadi milik sendiri tapi harus di bagi dengan pemilik merk dalam bentuk royalti.Bisnis waralaba memiliki beberapa keuntungan dan kerugian,kesuksesan sebuah bisnis waralaba juga tergantung dari seberapa baik manajemen bisnis yang dijalankan,walaupun bisnis waralaba sudah terbentuk dengan baik namun proses menjalankan bisnisnya harus tetap di atur dan di kendalikan supaya kestabilan usaha waralaba dapat tercapai dan bisnis tidak mengalami kerugian.

Dalam membangun bisnis waralaba atau franchise ialah dengan persiapan dan perencanaan yang matang, selain itu ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam memilih franchisee seperti janji franchisor yang mengatakan bahwa bisnisnya dapat membukukan BEP dalam waktu singkat jangan langsung di percaya, karena diperlukan survei mendalam untuk dapat memutuskan franchise mana yang memiliki prospek bagus. Yang terpenting adalah franchisee wajib melakukan penelitian mengenai usaha frnachise atau waralaba yang di inginkan secaraa mendalam sebelum memutuskan untuk membeli frnachise tersebut. Untuk mengetahui apakah franchise yang dibeli benar berprospek bagus ialah dengan beberapa cara, yaitu:

1. Lihatlah bisnis yang sudah berjalan, apakah sukses atau tidak. Sukses atau tidak suatu bisnis dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut, atau dilihat secara kasat mata dengan melihat pelanggan yang datang ke franchise tersebut.

2. Lihat apa yang menjadi daya tarik dari usaha waralaba tersebut. apakah kelebihan bisnis tersebut mampu menarik pelanggan dibanding dengan usaha waralaba atau franchise yang lain.

3. Telitilah apakah perusahaan tersebut sudah memiliki sebuah sistem dan prosedur standar dalam menjalankan bisnisnya.

4. Cari tahu sudah berapa banyak usaha franchise yang menjalankan franchise atau usaha waralaba tersebut, bila mungkin carilah informasi mengenai franchisor tersebut kepada franchisee yang lain apakah franchisor tersebut memang bagus dan berprospek tinggi.

5. Bandingkan usaha franchise yang satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan informasi usaha waralaba atau franchise yang memang berprospek tinggi.

Demikian yang beberapa yang dapat saya tulis,sampai jumpa di postingan selanjutnya

Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai