
Hallo Kalian bagaimana kabar semoga baik dan dalam keadaan sehat selalu, Di sesi kali ini saya akan membahas mengenai e-commerce.
Berkat adanya internet, perkembangan teknologi telah memunculkan berbagai peluang baru dalam bisnis. E-commerce adalah salah satunya. Namun, tahukah Anda apa itu e-commerce?
E-commerce adalah singkatan dari dua kata, yakni electronic dan commerce. Bila diartikan secara harfiah, artinya adalah perdagangan elektronik. Maksudnya, segala bentuk perdagangan meliputi proses pemasaran barang sampai dengan distribusi yang dilakukan melalui jaringan elektronik atau online. Secara sederhana, e-commerce adalah bentuk perdagangan yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan internet. E-commerce bisa dilakukan melalui komputer, laptop, sampai smartphone. Banyak bentuk layanan yang bisa kamu dapatkan dengan memanfaatkan transaksi e-commerce, mulai dari perdagangan,jual dan beli, pembelian tiket transportasi, pembayaran tagihan seperti listrik dan air, kemudian juga layanan perbankan dan investasi.
Jenis-jenis E-commerce
Beberapa Jenis E-Commerce yang perlu kamu ketahui yaitu :
Business-to-Business (B2B)
Bisa dibilang bahwa B2B adalah jenis e-commerce yang paling besar karena berhubungan langsung dengan transaksi yang dilakukan antar perusahaan atau bidang usaha. Jumlah pembelian produk pada setiap transaksi B2B biasanya dalam jumlah yang besar.
Sebagai contoh, perusahaan obat-obatan yang menawarkan dan menjual produknya pada rumah sakit swasta dengan skala besar. Jadi, secara tidak langsung konsep B2B tidak tergantung pada berapa jenis produk yang dijual, namun lebih menekankan pada kuantitas atau jumlah produk yang terjual.
Business-to-Consumers (B2C)
Salah satu dari jenis-jenis e-commerce berikutnya adalah Business-to-Consumers atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2C. Konsep seperti ini mungkin adalah tipe perdagangan yang paling sering kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa? Karena dengan konsep B2C, pihak produsen menawarkan dan memasarkan langsung produknya kepada para konsumen.
Konsepnya mungkin sama dengan sistem jual beli secara ecer, yang membedakan adalah proses perdagangan dan transaksinya dilakukan secara online, bukan dengan cara konvensional seperti biasanya.
Consumer-to-Consumer (C2C)
Konsep C2C memungkinkan sesama konsumen bisa saling menawarkan dan menjual dagangannya kepada satu sama lain. Sistem perdagangan yang seperti ini umumnya memang membutuhkan media atau wadah yang bisa mengorganisir segala sesuatunya agar proses jual beli dan transaksi menjadi lebih mudah dilakukan.
Contoh media yang dimaksud adalah website yang bisa mempertemukan pihak penjual dan pembelinya, seperti OLX atau Kaskus.
Consumer-to-Business (C2B)
C2B merupakan konsep yang berbanding terbalik dengan B2C. Di sini, yang terjadi adalah proses jual beli dan transaksi berlangsung dari pihak konsumen kepada perusahaan.
Pada konsep ini, konsumen berperan sebagai pihak yang menyediakan layanan produk atau jasa untuk dipasarkan kepada perusahaan yang membutuhkan. Dalam model C2B, bisnis atau perusahaan mendapat untung dari kesediaan konsumen untuk menjual barang atau jasa kepada perusahaan, sedangkan konsumen akan mendapatkan untung dari penyediaan atau penjualan itu dengan pembayaran langsung, atau mendapatkan produk dan layanan gratis atau dengan harga lebih rendah sebagai gantinya.
Online-to-Offline (O2O)
Jenis e-commerce seperti ini biasanya menggunakan dua saluran pada layanan perdagangannya, yakni dengan online dan offline. Jaringannya ada pada sistem online, namun eksekusinya bukan hanya bisa dilakukan dengan online, melainkan bisa juga dengan offline.
Contoh yang paling nyata dari konsep seperti ini adalah layanan Gojek atau Grab, yang bisa melakukan dua jenis transaksi online dan offline.
O2O ditujukan untuk menarik konsumen online ke toko fisik sekaligus menciptakan pengalaman digital yang menyeluruh sebelum, saat, dan setelah transaksi dilakukan.
Consumer-to-Administration (C2A)
C2A pada dasarnya hampir sama dengan konsep yang ada dalam C2B. Perbedaannya terletak pada tujuan sasaran penjualan. Bila dalam C2B, pihak konsumen menawarkan produk atau jasanya pada perusahaan, dalam C2A kegiatan tersebut ditawarkan kepada pihak pemerintah.
Dalam konsep yang satu ini, biasanya cukup jarang ditemui transaksi produk, yang lebih sering terjadi adalah transaksi layanan jasa.
Business-to-Public Administration (B2PA)
Pada jenis-jenis e-commerce yang satu ini, pihak produsen atau perusahaan menawarkan dan memasarkan produk dan jasanya kepada pihak pemerintah. Biasanya transaksi dan proses jual beli dilakukan dengan cara tender.
Apa Manfaat dari e-commerce
Kehadiran e-commerce sebagai salah satu metode baru dalam bisnis perdagangan atau jual beli, memang diharapkan bisa membawa banyak manfaat positif bagi pebisnis dan juga konsumen. Sehingga kedua belah pihak sama-sama tidak merasa adanya kerugian, dalam bentuk apapun.
- Jangkauan yang luas — Sebagai pemilik toko konvensional, Anda hanya dapat menjangkau pembeli dari daerah yang sama. Lain halnya jika Anda memiliki sebuah website e-commerce.manfaat ecommerce yang pertama, pembeli dari berbagai penjuru negeri dapat melakukan transaksi di toko Anda.
- Tidak dibatasi oleh waktu — Toko di dunia nyata bisa beroperasi selama 24 jam setiap hari, tetapi biaya untuk mendukungnya pun akan sangat besar. Melalui internet, pembeli tetap dapat mengakses dan membeli dari toko walaupun Anda tertidur lelap. Manfaat e commerce satu ini tentu sangat membantu kita semua.
- Biaya yang lebih murah — Biaya operasional lapak online sangat rendah dibandingkan toko berbentuk bangunan. Setidaknya, Anda tidak perlu memikirkan gaji karyawan, sewa bangunan, serta ongkos listrik.
- Tidak perlu stok barang sendiri — Dalam industri e-commerce, Anda bisa menjadi seorang dropshiper. Teknik pemasaran ini memungkinkan Anda berjualan tanpa memiliki stok barang. Ketika order datang, Anda tinggal meneruskannya kepada produsen barang yang diinginkan.
- Kemudahan mengelola transaksi dan pengiriman — Dengan memiliki toko online, Anda tidak perlu pusing memikirkan cara transaksi dan pengiriman barang. Kini sudah ada berbagai layanan pembayaran elektronik yang dilakukan melalui internet. Selain itu, barang kiriman dapat dilacak secara online.
- Anda mampu mempelajari kebiasaan pelanggan — Menjalankan bisnis online tanpa memahami perilaku pelanggan akan menyia-nyiakan investasi Anda. Saat ini sudah banyak tool analytic yang dapat digunakan untuk mempelajari data toko online Anda, seperti Google analytic.
- Kerja dari manapun — Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, satu dari manfaat e commerce adalah dapat diakses kapanpun. Oleh karena itu, Anda pun dapat menjalankannya dari mana saja asal memiliki perangkat dan koneksi internet yang memadai.
Cara Meningkatkan penjualan dalam e-commerce untuk pengembangan usaha
Yang Pertama Jadikan Situs Anda Dapat Dicari
Meskipun mungkin jelas bagi Anda bagaimana Anda dapat menemukan segala sesuatu di situs Anda, itu tidak berarti itu mudah bagi orang lain. Mengoptimalkan SEO bukan hanya tentang mendapatkan lebih banyak lalu lintas organik di situs Anda, tetapi juga meningkatkan tingkat konversi setelah mereka berkunjung. Idealnya, situs Anda harus memiliki fungsi pencarian untuk membuat pencarian item tertentu dapat dicari. Semakin mudah untuk menavigasi dan menemukan informasi, semakin lama orang akan tinggal di situs.
Yang Kedua Buat Situs/website e-commerce anda semenarik mungkin
Pastinya pelanggan yang ingin membeli dari Anda adalah mereka merasa percaya dengan merek Anda. Kepercayaan ini dibangun dari waktu ke waktu.Tampilan dan nuansa situs web Anda adalah pembangun kepercayaan yang besar. Situs yang menarik secara visual yang memiliki nuansa aspirasional adalah penting. Gambar dan teks Anda harus memberi kesan bahwa membeli produk Anda akan membuat hidup orang tersebut lebih baik.Ketika datang ke produk, berikan beberapa gambar yang memamerkan produk atau layanan Anda. Dengan cara ini, konsumen dapat merasakan seperti apa produk itu di tangan mereka. Namun, ingat bahwa terlalu banyak foto atau navigasi yang buruk juga dapat membuat orang tidak mau membeli dari Anda.Jika Anda memiliki banyak gambar, instal tayangan slide yang menyajikan setiap gambar satu per satu. Ini penting, terutama untuk seluler.
Yang ketiga Selalu jaga kualitas produk dan pelayanan
Dengan terbukanya informasi yang luas dan dapat di akses siapapun kualitas suatu produk dapat dengan mudah naik ataupun dengan mudah hancur citranya dalam seketika, Kualitas produk dan pelayanan yang terjaga tentu akan membuat pembeli percaya pada perusahaan Anda dan menjadi loyal. Jika angka penjualan meningkat, otomatis omzet Anda juga akan naik pula. Menjaga kualitas produk dan layanan tentu tidak semudah yang dibayangkan. Anda harus rutin melakukan QC (Quality Control) baik barang fisik maupun citra merek supaya memastikan produk dan layanan yang keluar benar-benar berkualitas, semua itu akan terbayar dengan konsumen yang loyal terhadap produk perusahaan Anda.
Yang keempat menerapkan SEO (Search Engine Optimization)
Jika Anda menggunakan website dalam memasarkan produk, terapkanlah sistem SEO (Search Engine Optimization). Sistem ini berfungsi untuk meningkatkan traffic atau jumlah kunjungan di laman web perusahaan dengan memanfaatkan mesin pencarian web seperti Google, Bing! dan lainnya.Jika kunjungan situs perusahaan Anda meningkat, diharapkan pembelian juga akan naik. Hal ini tentu berpengaruh besar terhadap sales growth bisnis Anda.
Yang keliman promosi dengan PCC,pemasaran media sosial,Blog dan Video tentang produk, jasa, atau bidang secara umum
Banyak usaha kecil mendedikasikan semua upaya mereka pada peringkat pencarian organik atau memanfaatkan mesin pencari sebagai jalan utama menjaring pelanggan. Namun, Anda harus menyadari PPC itu atau membayar-per-klik iklan adalah juga cara yang dapat diandalkan untuk mempromosikan dan memasarkan bisnis Anda dengan cepat.perlu memastikan bahwa iklan PPC Anda (dan website) perlu dioptimalkan untuk perangkat mobile agar memiliki jangkauan yang lebih luas kepada calon pelanggan. selain itu ada cara untuk menggunakan jaringan sosial untuk mempromosikan bisnis e-Commerce Anda selain pemasaran media sosial standar yang mungkin sedang Anda lakukan. Misalnya, Anda dapat menggunakan Facebook iklan lokal yang memungkinkan Anda untuk penargetan geo iklan Anda dan memberikan diskon dan penawaran khusus untuk pelanggan setia melalui halaman Facebook bisnis Anda. Ada juga situs lain (selain empat besar: FB, Twitter, Instagram LinkedIn) yang dapat Anda gunakan dalam pemasaran media sosial Anda seperti kaskus, Foursquare, Yelp, yang memungkinkan orang untuk menilai bisnis Anda dan meninggalkan ulasan atau tips. Hal ini penting untuk tetap aktif di situs seperti ini karena mereka pasti bermanfaat bagi bisnis Anda. Selain itu, Anda jangan lupa untuk membuat video untuk produk Anda, karena semua tahu bahwa pengguna internet saat ini begitu tertarik pada konten yang disajikan dalam bentuk video yang berada di YouTube. Dengan memanfaatkan momen ini maka keberhasilan Anda dalam promosi menjadi sangat efektif.
Yang Terakhir Menjaga Loyalitas Konsumen
Dalam dunia bisnis, biaya untuk menarik konsumen baru lebih besar daripada mempertahankan pelanggan tetap. Karena itu, penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dengan mengadakan promosi khusus ataupun program pelanggan setia. Untuk melakukan promosi pada pelanggan setia, Anda harus memiliki database mereka terlebih dahulu. Selain itu, pastikan pelayanan perusahaan Anda terhadap pelanggan sudah baik.Jika pembeli sudah percaya pada pelayanan serta kualitas perusahaan, maka mendorong mereka untuk membeli lebih banyak produk tentu menjadi lebih mudah.
Demikian yang dapat saya bahas di sesi kali ini semoga informasi ini dapat bermanfaat,Terima kasih
Tinggalkan komentar