Peran penting strategi harga pada sebuah bisnis

Selamat datang kembali di blog ini,pada sesi ini kita akan membahas mengenai “Strategi Harga pada bisnis”, Sebelumnya pasti sudah tau mengenai apa itu harga. Hampir di dalam sebuah jual beli harga menjadi keutamaan yang sangat di perhatikan terutama yang biasa tawar menawar dalam jual beli. sebelum lebih jauh membahas mari kita pahami apa itu harga?

Pengertian dan Definisi harga

Pengertian Harga – Harga merupakan nilai atau uang yang diberikan pelanggan sebagai imbalan atas penawaran tertentu yang berfungsi untuk memuaskan kebutuhan dan Keinginan mereka. Secara sederhana harga merupakan ukuran nilai yang ditukarkan pelanggan membeli suatu penawaran

Harga berfungsi sebagai sebuah mekanisme ekonomi dengan memakai penawaran yang bisa didistribusikan di antara pelanggan di pasar. Hal itu juga bertindak sebagai indikator tentang sejauh mana penawaran diminta dan sejauh mana hal itu disediakan atau tersedia.

Harga suatu produk merupakan nilai keseluruhan dari penawaran termasuk nilai dari semua bahan mentah dan jasa yang dipakai untuk membuat suatu penawaran. Harga layanan mempertimbangkan seluruh elemen yang terhubung dalam pembuatan layanan apa adanya.

Sedangkan Harga menurut para ahli :

  1. Menurut Kotler dan Amstrong
    Kotler dan Amstrong, menyatakan bahwa harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan kepada suatu produk (barang atau jasa) atau jumlah nilai yang harus dibayar konsumen demi memperoleh manfaat dari produk tersebut.
  2. Menurut Philip Kotler
    Kotler, menyatakan bahwa harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan kepada suatu produk atau layanan jasa. Artinya bahwa harga merupakan jumlah nilai yang harus dibayar konsumen demi memiliki atau mendapatkan keuntungan dari sebuah produk atau jasa.
  3. Menurut Joko Untoro
    Joko Untoro, menyatakan bahwa harga merupakan kemampuan yang dimiliki suatu barang atau jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang.
  4. Menurut Samsul Ramli
    Samsul Ramli, menyatakan bahwa harga merupakan nilai relatif yang dimiliki oleh suatu produk. Nilai tersebut tidak hanya indikator secara pasti yang menunjukan besarnya sumber daya yang diperlukan guna menghasilkan produk.
  5. Menurut Imamul Arifin
    Imamul Arifin, menyatakan bahwa harga merupakan kompensasi yang harus dibayarkan konsumen demi mendapatkan produk barang maupun jasa.

Tujuan penetapan harga

Tujuan penetapan harga adalah strategi dari pengusaha dalam menjalankan usahanya . Namun setiap strategi yang dijalankan memiliki tujuan yang yang sama. Pada dasarnya ada 3 kategori tujuan penetapan harga, yaitu laba, pasar dan stabilitas harga. Berdasarkan tiga kategori tersebut kita dapat memahami pentingnya penetapan harga barang. Salah satu contoh tujuan penetapan harga adalah harga saing pasar. Penetapan harga dapat dinilai dari dua sisi yaitu sisi ekonomis dan nonekonomis. Dari sisi ekonomis memiliki kelebihan yaitu perolehan laba, kekurangannya adalah daya saing, sedangkan dari sisi non ekonomis memiliki kelebihan dalam menjaga citra perusahaan, kekurangannya adalah perlu biaya dalam mempertahankannya.

Beberapa Tujuan penetapan harga yaitu :

  1. Memaksimalkan Laba-Perusahaan mencoba untuk menetapkan harga yang akan menghasilkan laba yang paling tinggi (maksimalisasi laba). 
  2. Meraih Pangsa Pasar-Penetapan harga tertentu akan mempengaruhi citra perusahaan yang ingin dibangun. Sebagai contoh, penetapan harga yang tinggi akan membangun citra perusahaan yang prestisius dan begitu pula sebaliknya.
  3. Stabilitas Harga-Penetapan harga dilakukan berdasarkan adanya keinginan untuk mempertahankan hubungan stabil antara sebuah perusahaan dengan harga pemimpin industri (industry leader).
  4. ROI (Return of Investment)- Setiap pengusaha pasti menginginkan laba yang dihasilkan oleh usahanya sebanding dengan tingkat pengembalian modal.
  5. Mempertahankan Pangsa Pasar-Perusahaan yang memiliki pasar sendiri perlu adanya penetapan akan harga yang tepat agar dapat mempertahankan pangsa pasar.

Startegi pada penetapan harga

Beberapa strategi yang bisa perusahaan ikuti untuk keperluan penetapan harga produk bisnis :

Menetapkan biaya harga plus
Strategi penetapan harga pertama yang bisa diikuti oleh perusahaan besar maupun kecil adalah dengan menentukan harga plus. Penerapan metode ini adalah dengan menentukan harga jual dengan berpedoman kepada hitungan jumlah keseluruhan biaya yang digunakan.Setelah itu, hasil hitungan akan digabungkan dengan satuan jumlah tertentu untuk menutupi laba, atau sering disebut juga dengan margin.Fungsi utama dari metode penetapan biaya harga plus ini adalah supaya perusahaan bisa mendapatkan laba sebesar-besarnya.

Mark up
Melansir Profit Well, langkah berikutnya yang bisa diikuti perusahaan untuk menetapkan harga produk adalah dengan metode mark up. Bagi kamu yang belum tahu, mark up mengacu pada cara menetapkan harga jual suatu unit dengan berpedoman pada harga pokok di awal pembelian. Angka yang didapatkan nantinya perlu dikalkulasi dengan beberapa jumlah tertentu, yang disebut dengan mark-up. Mark up sendiri menunjukkan harga jual perusahaan yang biasanya lebih daripada biaya produksi. Maka dari itu, secara umum, semakin tinggi mark up semakin banyak juga pendapatan yang dihasilkan perusahaan.

Penetapan BEP (break even point)
Menetapkan BEP atau break even point juga bisa menjadi strategi penetapan harga yang baik bagi perusahaan. Metode ini dilakukan dengan cara menetapkan harga jual berdasarkan total biaya pengeluaran dan hasil yang diterima badan usaha secara keseluruhan. Jika dilihat dari pengertiannya, tentu sajaprodusen atau perusahaan yang menerapkan cara ini tidak akan mendapat keuntungan. Akan tetapi, di sisi lain, perusahaan juga tidak akan mendapatkan kerugian dan justru bisa menemukan keseimbangan dalam pasar.

Analisis kompetitor
Jenis metode lainnya yang bisa digunakan perusahaan untuk keperluan pricing strategy adalah dengan menganalisis kompetitor. Di sini, perusahaan bisa melakukan riset dan melihat kinerja bisnis dari perusahaan pesaingnya. Mereka dapat melihat bahan produksi, pasokan barang, serta harga yang berani dikeluarkan kompetitor untuk produknya. Dengan cara seperti ini, perusahaan nantinya bisa menentukan harga yang sekiranya lebih berkenan bagi konsumen dan lebih menguntungkan untuk bisnis mereka.

Riset permintaan pasar
Terakhir, untuk strategi penentapan harga, perusahaan bisa melakukan riset mendalam terkait permintaan di dalam pasar. Tujuan utama metode ini adalah untuk melihat kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh target audiens perusahaan. Umumnya, faktor-faktor yang perlu dianalisis pada metode ini merupakan feedback , permintaan harga, serta bentuk kritik dan saran lainnya dari konsumen.

Contoh penerapan harga pada bisnis yang di jalankan

Di dalam bisnis yang saya jalankan karena penjualan barang tidak terlalu banyak dan sifat barng yaitu barang yang banyak pesaing dalam penjualanya maka strategi yang digunakan adalah strategi Mark up dan di kombinasikan dengan strategi Analisis kompetitor & strategi Riset permintaan pasar.hal ini dilakukan karena sesederhana ingin memperoleh keuntungan berapa dengn memperhatikan harga kompetitor dan meriset pasar kompetitor yang sudah ada.

Demikian sekilas tentang pengertian dan strategi penerapan harga pada bisnis,semoga ilmu ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan penegtahuan kita semua,sekian dan see you next part .Thankyou !

Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai