
Hallo bagaimana kabar kalian,sehat?oke di sesi ini kita akan membahas apa itu “Pitch Deck”,mungkin banyak yang belum tau mengenai pitch deck ini dan apa kegunaanya,nah di artikel ini saya akan menjelaskan secara singkat.
Pengertian Pitch Deck
Pitch Deck didefinisikan ataupun diartikan sebagai presentasi singkat yang menggambarkan rencana bisnis dari sebuah bisnis atau starup. Pitch deck mempunyai peran yang sangat penting, bahkan biasanya dianalogikan sebagai sebuah ‘senjata” yang digunakan seorang founder dari sebuah ide bisnis untuk menjamin kesuksesan implementasi ide tersebut menjadi sebuah riil bisnis atau startup.
Tujuan Pitch Deck
Tujuan umum penyusunan pitch deck, yakni digunakan untuk menginformasikan atau melempar sebuah ide bisnis kepada calon pengguna (customer), co-founder (mitra bisnis), mitra usaha atau pihak-pihak lain yang dianggap dapat membantu atau menunjang pengembangan dari sebuah ide bisnis, maka pitch deck dapat digunakan di setiap tahapan siklus bisnis atau startup
Manfaat Pitch Deck
Yaitu untuk menuangkan ide bisnis dan segala yang berkaitan dengan bisnis yang akan kita jalankan/akan dikembangkan supaya informasi yang kita sampiakan dapat di terima dan di cerna oleh investor maupun target dari presentasi kita.
Unsur-Unsur dalam pitch Deck antara lain
- Cover; A one-line that defines your business. bagian cover ini harus dapat “menarik perhatian” sehingga menimbulkan keingin audience untuk mengikuti presentasi lebih lajut”
- Problem; Illustrate the pain point Bagian ini menguraikan atau mengilustrasikan dengan jelas problem atau masalah yang ada, dengan menengahkan.
- Solution; Describe how your solution makes your customers happy and does it better than others Bagian ini berhubungan erat dengan unsur kedua, yang mnjelaskan solusi yang ditawarakan untuk mengatasi masalah (unsur 2) yang ada.
- Market Size; How big? How attractive? Which segment? Bagian ini menengahkan bahwa bisnis anda mempunyai market atau pasar (marketable). Jelaskan secara singkat mengenai customer dan pasar potensial yang ada bagi produk atau jasa yang ditawarkan.
- Product; Product line-up and its Unique Selling Point, Bagian ini menjelaskan produk atau jasa yang di tawarkan secara singkat dan jelas.
- Business Model; How you monetize the business and create long-term value for customer, Pada bagian ini ketegahkan “business model” dan potensi kemampuan untuk menghasilkan imbal investasi “return on investment” dari bisnis yang ditawarkan.
- Go to Market; How do you get customets? Jelaskan bagaimana perencanaan dari bisnis yang ditawarkan untuk mendapatkan perhatian pelanggan dan seperti apa proses penjualannya. Gambarakan dengan ringkas dan jelas taktik (strategi) utama yang ingin di gunakan.
- Competition; Position, Differentiation and your competitive advantages, Jelaskan bagaimana kondisi persaingan yang dihadapi? Buatkan peta persiangan yang ada (posisi, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang mereka miliki).
- Traction; Achievement, Financial and Customer Qouters, Traction adalah suatu pembuktian bahwa ide bisnis atau bisnis yang ditawarkan mempunyai nilai ekonomis atau potensial untuk dapat dikembangkan dengan baik
- Team; Why are you the right team to execute the plan, elaskan mengapa Anda dan atau tim Anda adalah orang yang tepat dan kompeten untuk menjalankan ide bisnis yang anda rencanakan.
- Call for Action; List out all your ASKs. How Much? For What? Buatlah pernyataan secara singkat namun jelas mengenai apa yang dibutuhkan (tujuan utama) bisnis anda saat ini.
- Close; Sum up + contact to reach you quickly,penutup untuk presentasi mengenai ide bisnis anda.
Tips dan Trick dalam menyususn dan menjalan pitch Desk
- Buat pitch deck yang terdiri atas 10 – 15 slide Saat melihat sebuah pitch deck, seorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari suatu produk atau jasa yang dipresentasikan. Waktu mereka biasanya tidak banyak, maka presentasi pitch deck harus singkat namun bisa memberikan gambaran yang jelas. Untuk itu, slide yang dipersiapkan pun tidak boleh terlalu panjang. Anda boleh saja menyiapkan sebanyak mungkin data untuk menunjang presentasi, namun jadikan data tersebut sebagai lampiran (appendix). Anda bisa menunjukkan data atau slide tambahan tersebut ketika sang investor meminta.
- Pahami Materi Pitch Deck dengan BAIK Para investor ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir para founder dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana menghubungkannya dengan bisnis yang sedang dipresentasikan.
- Gunakan ukuran huruf yang mudah terbaca Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk atau ide bisnis yang akan dikembangkan. Karena itu, sebaiknya sebuah pitch deck disusun dengan mengunakan ukuran font yang cukup besar (diatas 24) dan mengetengahkan point-point pentingnya saja.
- Hindari penggunaan kata-kata yang rumit dan bertele-tele Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu di lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah dipresetasikan. Contoh kalimat rumit: “Kami membuat sebuah perpaduan teknologi kecerdasan buatan dan blockchain di dunia perbankan.” Contoh kalimat sederhana: “Produk kami memungkinkan orang yang tidak mempunyai rekening bank untuk bisa bertransaksi online.”
- Pelajari pitch deck dari perusahaan lain Bagi founder yang baru pertama kali mendirikan startup, ada baiknya untuk mempelajari pitch deck yang buatan perusahaan lain, dan sukses mengantarkan pembuatnya mendapatkan pendanaan besar. Tidak perlu meniru seluruhnya, tapi cukup melihat cara mereka menampilkan data, lalu sesuaikan dengan kondisi startup Anda.
Nah Itu dia Pembahasan tentang apa itu pitch Deck dan komponen apa saja yang terdapat di dalamnya sehingga dapat menghasilkan pitch deck yang baik dan mudah dipahami oleh penerimanya,sedikit tambahan Pitch deck mempunyai peran yang sangat penting, bahkan biasanya dianalogikan sebagai sebuah ‘senjata” yang digunakan seorang founder dari sebuah ide bisnis untuk menjamin kesuksesan implementasi ide tersebut menjadi sebuah riil bisnis atau startup.demikian artikel ini saya buat terima kasih sudah menyempatkan membaca.










