Lebih memahami manajemen resiko dalam bisnis

Definisi resiko secara umum

Secara umum, pengertian risiko adalah suatu keadaan yang tidak pasti dan terdapat unsur bahaya, akibat atau konsekuensi yang bisa terjadi akibat proses yang sedang berlangsung maupun kejadian yang akan datang.

Semua aktivitas individu maupun organisasi pasti mengandung risiko di dalamnya karena mengandung unsur ketidakpastian. Risiko tersebut bisa terjadi karena tidak ada atau kurangnya informasi tentang hal yang akan terjadi di masa mendatang, baik itu hal yang menguntungkan atau merugikan.

Manajemen risiko 

Manajemen resiko berperan penting untuk menghindari risiko yang terjadi dalam sebuah perusahaan. Risiko diartikan sebagai akibat yang kurang menyenangkan dari suatu tindakan. Risiko menjadi kata yang tidak asing di telinga dan memiliki konotasi negatif. Contoh saja, jika kita mempunyai sebuah bisnis, namun karyawan-karyawan tidak jujur dan suka mencuri, maka ada risiko bisnis akan rugi (kejadian yang tidak menyenangkan).

Pengertian Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, hal ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Seperti diartikan oleh (Regan:2003) bahwa risiko ialah suatu kemungkinan yang menimbulkan atau mengesankan kerugian atau bahaya.

Didefinisikan oleh Wideman dan Mamduh (2009) bahwa risiko adalah ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan yang dikenal dengan istilah opportunity, sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (risk).

Emmaett J Vaughan dan Curtis Elliot (1978) menyebutkan, risiko diartikan sebagai kans kerugian (the chance of loss), kemungkinan kerugian (the possibility of loss), ketidakpastian (uncertainty), penyimpangan kenyataan dari hasil yang diharapkan (the dispersion of actual from expected result),probabilitas bahwa suatu hasil berbeda dari yang diharapkan (the probability of any outcome different from the expected).

Risiko diklasifikasikan menjadi dua oleh Mamduh Hanafi (2009), yaitu: risiko murni dan risiko spekulatif. Pure risks atau biasa disebut risiko murni merupakan risiko di mana kemungkinan kerugian ada tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada. Contoh: kebakaran, kecelakaan, kebanjiran, dan lain-lain. Sedangkan risiko spekulatif merupakan risiko di mana kita mengharapkan terjadinya kerugian dan juga keuntungan.

Herman Darmawi (2006) menyatakan, manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis, serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

Langkah-langkah penerapan prinsip manajemen risiko:


1. Mengidentifikasi resiko

Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi resiko secara akurat dan kompleks sangatlah vital dalam manajemen resiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.

2. Menganalisa resiko

Analisa resiko dengan cara melihat seberapa besar potensi terjadinya kerusakan (severity) dan probabilitas terjadinya resiko tersebut. Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subjektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman. Beberapa resiko memang mudah untuk diukur, namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi. Sehingga, pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko.

3. Monitoring resiko

Sangatlah penting untuk selalu memonitor proses dari awal mulai dari identifikasi resiko dan pengukuran resiko untuk mengetahui keefektifan respon yang telah dipilih dan untuk mengidentifikasi adanya resiko yang baru maupun berubah. Sehingga, ketika suatu resiko terjadi maka respon yang dipilih akan sesuai dan diimplementasikan secara efektif.

4. Mengevaluasi Resiko

Setelah resiko diukur tingkat kemungkinan dan dampaknya, maka disusunlah urutan prioritas resiko. Mulai dari resiko dengan tingkat resiko tertinggi, sampai dengan resiko terendah. Resiko yang tidak termasuk dalam resiko yang dapat diterima/ditoleransi merupakan resiko yang menjadi prioritas untuk segera ditangani. Setelah diketahui besarnya tingkat resiko dan prioritas resiko, maka perlu disusun peta resiko.

5. Menangani Resiko

Resiko yang tidak dapat diterima/ditoleransi segera dibuatkan rencana tindakan untuk meminimalisir kemungkinan dampak terjadinya resiko dan personel yang bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana tindakan. Pemilihan cara menangani resiko dilakukan dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan rencana tindakan lebih rendah daripada manfaat yang diperoleh dari pengurangan dampak kerugian resiko.

6. Memantau Resiko

Perubahan kondisi internal dan eksternal perusahaan menimbulkan resiko baru bagi perusahaan, mengubah tingkat kemungkinan/dampak terjadinya resiko, dan cara penanganan resikonya. Sehingga setiap resiko yang teridentifikasi masuk dalam register resiko dan peta resiko perlu dipantau perubahannya.

7. Mengkomunikasikan Resiko

Setiap tahapan kegiatan identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan resiko dikomunikasikan / dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan untuk memastikan bahwa tujuan manajemen resiko dapat tercapai sesuai dengan keinginan pihak yang berkepentingan.

Penerapan manajemen resiko dalam bisnis fashion

Dalam Bisnis Fashion manajemen resiko dapat di petakan dengan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity & threat)

Strength merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam bidang atau konsep bisnis yang ada.

Analisis strength meliputi analisis terhadap produk, sumber daya, dan juga keuntungan yang dapat diberikan kepada konsumen,

  1. Produk. Seberapa kuat produk saya dapat bertahan pada persaingan pasar.dengan menganalisis kemampuan daya jual produk , manfaat yang diberikan melalui produk, dan juga bagaimana produk itu dapat berkembang.
  2. Sumber daya. mengetahui sumber daya yang dapat mendukung produk. sumber daya manusia, toko dan alat penunjang seperti laptop ,kamera dan alat pengelola keuangan.
  3. Keuntungan. apakah produk saya dapat memberikan keuntungan , atau malahan hanya akan merugikan bisnis yang dijalankan seperti rugi waktu dan tenaga.bagi konsumen kita harus menonjolkan keuntungan seperti produk yang kita jual lebih murah dan terjangkau oleh pelanggan.

kita juga harus memperhatikan tren agar produk fashion yang dijual dapat bertahan pada persaingan pasar produk fashion.

Weakness adalah kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, perusahaan atau konsep bisnis yang ada.

Kelemahan yang dianalisis merupakan keterbatasan pada bisnis . Mulai dari kerugian, daya tahan, dan juga batasan bisnis Anda.

  1. Modal yang kurang untuk melengkapi koleksi pakaian yang di jual, fasilitas yang belum komplit. Seperti kamera yang kurang bagus, patung model, dan sebagainya. Merupakan kelemahan yang harus di perhatikan.
  2. Pembukuan yang masih manual belum menggunakan aplikasi online juga merupakan kelemahan bisnis fashion .
  3. Adanya  beberapa pesaing yang sudah terlebih dahulu berdiri juga menjadi hal yang menjadi kelemahan bisnis fashion. kita dituntut lebih inovatif dan kreatif untuk memulai bisnis yang sama.

Opportunity merupakan kondisi peluang yang berkembang di masa yang akan datang yang kemungkinan akan terjadi.

Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, perusahaan atau bisnis itu sendiri.

Misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar. Contoh yang menjadi peluang bisnis fashion adalah:

  1. Persaingan yang masih sedikit dalam industri fashion Thrifting. Dengan jumlah pesaing yang sedikit, bisnis yang akan dimulai memiliki kesempatan yang besar untuk menguasai pasar.
  2. Dengan adanya kreativitas yang dilakukan, bisnis baju ini bisa menjadi sukses seperti kreatifitas dalam menjual dan memamerkan produk di marketplace
  3. Adanya tradisi lebaran di mana banyak masyarakat yang membeli baju saat lebaran juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.atau ada beberapa kecenderungan orang menginginkan baju branded namun terkendala keuangan yang pas pasan

Threats adalah merupakan kondisi yang mengancam baik yang berasal dari luar maupun dari dalam bisnis Anda.

Ancaman dapat berupa tantangan, efek luar, dan juga risiko. Salah satu analisis yang dapat dilakukan berupa :

  1. Ancaman tindak kriminal, huru-hara dan ancaman-ancaman lain yang berasal dari luar yang dapat mengganggu .
  2. risiko dalam mengelola keuangan bisnis Anda, Proses keuangan manual dalam pengembangan bisnis bisa menjadi ancaman karena risiko seperti salah hitung, estimasi, dan juga kehilangan.
  3. Ancaman dalam proses pendistribusian barang seperti barang hilang atau rusak di ekspedisi pengiriman
  4. Ancaman persaingan. Ancaman ini berupa, produk pesaing yang lebih memberikan manfaat atau bahkan melakukan kampanye yang tidak sehat dalam persaingan.

Umumnya, pada bisnis fashion ancaman yang mungkin saja terjadi adalah risiko persediaan barang dan persaingan pasar.

Segala sesuatu pasti memiliki resiko apalagi dalam bisnis resiko yang timbul menjadi salah satu hal yang harus dikelola ,oleh karena itu manajemen resiko perlu di terapkan dalam proses bisnis,walaupun resiko tidak dapat dihindari tetapi resiko dapat diminimalisir atau dikurangi efeknya ,sehingga sebuah bisnis yang baik itu adalah bisnis yang dapat di kelola resikonya,karena dalam bisnis yaitu high risk high profit,jadi pengelolaan resiko sangat penting supaya bisnis dapat berkembang dan semakin maju kedepanya.

Mungkin demikian dari saya ,semoga tulisan ini bermanfaat bari kalian yang kebetulan singgah di blog ini untuk sekedar membaca ,semoga yang ingin memulai bisnis dapat menjadi inspirasi tulisan ini dan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengelolaan bisnis yang teman-teman jalani.terima kasih

Lebih memahami tentang manajemen cash flow (MCF)

Hallo semua salam sehat untuk kita semua,di kesempatan kali ini saya akan menulis artikel tentang manajemen cash flow.

Apa itu manajemen cash flow ?

Manajemen cash flow adalah proses mengatur, mengendalikan, menganalisa serta mengelola aliran kas suatu perusahaan. Manajemen cash flow dapat membantu perusahaan dalam membandingkan piutang, utang, biaya operasional maupun biaya-biaya lainnya.

Cash flow merupakan siklus keuangan dalam perusahaan yang menggunakan uang perusahaan untuk bisa mendatangkan sejumlah sumber daya bagi usaha tersebut. Pada praktiknya, sumber daya yang akan dimanfaatkan kembali dalam kegiatan memproduksi dan menghasilkan berbagai produk yang nantinya dipasarkan kepada konsumen.

Manajemen cash flow memberikan berbagai macam fungsi bagi perusahaan, di antaranya adalah :

  • Menunjukkan letak kesalahan pada kondisi keuangan perusahaan
  • Membantu proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan keuangan perusahaan
  • Memberikan informasi mengenai kondisi dan potensi aliran kas yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Membantu proses penyusunan strategi perusahaan di periode yang akan datang.

Manajemen cash flow menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Arus kas perusahaan akan bisa dikelola dengan menggunakan manajemen cash flow. Konsep cash flow pada manajemen keuangan merupakan aliran arus kas baik pendapatan maupun pengeluaran yang berasal dari aktivitas perusahaan dalam satu periode.

Ada 2 macam cash flow dalam perusahaan, di antaranya:

Cash Inflow: Segala bentuk aliran kas yang masuk dan menjadi pemasukan untuk perusahaan sehingga dapat menambah aset perusahaan. Bentuk cash inflow adalah dana hasil penjualan, piutang yang telah cair, pinjaman bank, bunga investasi dan modal dari luar negeri.

Cash Outflow: Segala bentuk aliran kas yang keluar guna mendukung kegiatan perusahaan. Contohnya, uang pembelian bahan baku, pembayaran tagihan, pembayaran gaji karyawan, pembelian aset baru, dll.

Dari kedua hal tersebut, akhirnya diperlukanlah manajemen cash flow yang bertujuan untuk menyeimbangkan cash flow perusahaan. Manajemen cash flow ada untuk mengatur, mengendalikan, menganalisa, dan mengelola aliran kas suatu perusahaan.

Penerapan manajemen cash flow dalam bisnis

Dalam penerapan bisnis /ide bisnis yang saya jalani penerapan MCF berperan dalam mengatur cash in dan out keuangan bisnis,salah satunya untuk mengetahui keuntungan yang di peroleh setiap bulanya, dan untuk mengetahui produk yang sekiranya margin keuntungan rendah perlu di review ulang dalam penentuan harga jualnya supaya tidak mengalami kerugian.di sampig itu manajemen cash flow juga sebagai acuan dalam menerapkan additional diskon untuk item-item jualan yang perlu di booster dalam penjualanya agar menarik pembeli.

Demikian pembahasan tentang manajemen cash flow untuk sebuah bisnis,dengan manajemen cash flow pelaku usaha dapat menentukan keputusan bisnis yang akan di ambil untuk meningkatkan prospek bisnis kedepanya dan mengurangi kerugian atau resiko yang akan timbul dalam bisnis.sekian dari saya see you next time di sesi selanjutnya

Tentang festival pemasaran

Salam jumpa kembali di Blog ini,semoga semuanya dalam keadaan sehat selalu,untuk sesi kali ini kita akan membahas tentang festival pemasaran dah hal-hal penting apa yang harus di perhatikan jika suatu saat kita mengadakan festival pemasaran.

Sebelum membahas lebih lanjut yang berdomisili di bekasi tentunya tau mall bekasi,yapp di mal ini sering kali mengadakan festival dan yang paling rutin adalah festival makanan dan musik yang setiap weekend selalu penuh pengunjung yang menikmatik liburanya disini.sbenarnya apa sih festival itu?

Pengertian Festival

Festival pada hakekatnya berasal dari bahasa Latin abad pertengahan ‘festivalis‘, yang berasal dari kata Latin ‘festum‘ yang berarti ‘pesta’. Festival pertama kali digunakan pada awal abad ke-15 sebagai kata sifat yang berarti ‘berhubungan dengan pesta’ atau ‘persta besar’, dan mulai digunakan pada akhir abad ke-16.

Festival yaitu serangkaian acara yang diciptakan untuk menciptakan moment menarik dan menyenangkan bagi para pengunjung yang datang,festival di selenggarakan dan di hadiri oleh berbagai pihak yang berkaitan erat dengan acara seperti contoh festival makanan akan di isi oleh berbagai penjual makanan dari bermacam-macam jenis makanan,fetifal musik,festifal film dan lain lian,dimana di setiap kegiatan dan hiburan yang di tampilkan di dalam acara ini di koordinasi dan di susun oleh penyelengara acara.

Beberapa definisi festival menurut para ahli :

  • The Free Dictionary, Festival adalah acara pesta atau perayaan, terutama hari atau waktu penting keagamaan yang berulang secara berkala.
  • Collins Dictionary, Pengertian festival adalah rangkaian acara yang terorganisir seperti konser musik atau produksi drama yang dilakukan dalam hari atau waktu dalam setahun ketika orang-orang libur dari pekerjaan dan merayakan beberapa acara khusus, bahkan seringkali acara keagamaan
  • Adrienne L. Kaeppler dalam Falassi (1987: 23), Pengertian festival adalah sarana komunikasi verbal yang penting guna membangun, memberdayakan, dan pengakuan suatu identitas budaya. Sebagai bentuk sarana komunikasi, sebuah even festival haruslah direncanakan melalui proses perencanaan strategis komunikasi agar bisa berjalan secara efektif.

Sehingga dapat disimpulkan jika festival pemsaran yaitu serangkaian acara yang diciptakan untuk menarik pengunjung dengan memberikan pengalaman menyenangkan dengan inside memasarkan atau mengenalkan sebuah produk di dalam acara yang diselengarakan.

Tujuan dari festival pemasaran

  • Meningkatkan awareness produk yang di pasarakan dengan lebih mengenalkan produk seperti fungsi,manfaat,keunggulan dan harga produk yang di tawarkan.
  • Sebagai media interkasi langsung dengan pembeli.
  • Sebagai sarana promosi suatu produk.
  • Memperoleh konsumen baru.
  • Meningkatkan penjualan produk.

Fungsi festival pemasaran

Mempengaruhi khalayak sasaran

Bagi calon konsumen yang benar-benar kita targetkan, acara festival sangatlah berpengaruh untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang anda miliki. Masyarakat yang tadinya ragu untuk membeli produk anda, jadi tidak segan untuk membelinya. Apalagi tim pemasaran Anda cukup baik dalam menawarkan promo dan menjelaskan manfaat produk yang Anda punya.

Mengasosiasikan sebuah merek dengan suatu kegiatan, gaya hidup, atau individu tertentu.

Kita contohkan sebuah produk mengadakan festival musik dengan mengundang bintang tamu tertentu. Misalnya sebuah produk fashion. Pada konser musik itu, mereka mengundang bintang tamu sebuah band yang sedang trend saat ini di kalangan anak muda. Dengan festival musik ini, brand tersebut ingin mengasosiasikan mereknya dengan anak muda yang trendy dan terkini.

Menjangkau target sasaran yang lebih luas.

Dengan sebuah festival yang diselenggarakan otomatis akan banyak orang yang mengenal produk anda. Apalagi jika event yang Anda selenggarakan mengundang orang-orang penting atau cukup dikenal oleh banyak orang, misalnya artis atau seorang pejabat.

Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap merek, produk, atau perusahaan

Dari yang tadinya tidak mengenal produk anda sama sekali, akan banyak masyarakat yang sadar bahwa produk Anda ada dan bermanfaat apabila dimiliki oleh orang yang datang ke event tersebut.

Mempublikasikan sebuah merek, produk, atau perusahaan yang nantinya akan meningkatkan pengetahuan khalayak.

Untuk sebuah produk baru sebuah event sangatlah berguna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap produk Anda. Biasanya dalam sebuah event, produk-produk baru akan memberikan harga promo agar banyak masyarakat yang tahu dan ingin membeli produk tersebut.

Faktor-faktor yang perlu di perhatikan dalam mengadakan Festival

Untuk membuat sebuah Festival memang bukanlah hal mudah, membutuhkan banyak waktu, pikiran dan tenaga untuk membuatnya berjalan lancar. Beberapa tips untuk kamu yang akan mengadakan sebuah event terutama bagi yang masih pemula.

Tentukan Ide, Perencanaan, dan Tujuan diadakanya festival

Sebelum membuat festival,  hal pertama yang harus kamu miliki adalah ide. Setelah kamu mendapatkan ide maka hal selanjutnya adalah menentukan tujuan kamu mengadakan festival, apakah untuk promosi produk, membangun jaringan, atau untuk hiburan, kemudian melangkah ke penentuan konsep serta perencanaan mulai dari kapan festival akan dilaksanakan, dimana tempat festival akan digelar, ingin seperti apa festival akan berjalan nanti, dan seterusnya.

Mengumpulkan Informasi dan Melakukan Riset

Sangat penting bagi kamu sebelum melaksanakan festival untuk mengumpulkan informasi dan melakukan riset terhadap calon pengunjung dan lingkungan di sekitar tenpat yang akan diadakan festival . Hal ini sangat penting karena akan berimbas pada keberhasilan dan kelancaran festival kamu.

Membentuk Tim

Semua yang sudah kamu lakukan sebelumnya bisa menjadi berantakan atau bahkan tidak berjalan sama sekali akibat tim yang anda buat tidak solid dan minim pengalaman. Jadi selalu pertimbangkan untuk memilih tim yang benar-benar solid dan sudah berpengalaman untuk menjamin kelancaran festival yang akan di adakan.

Melakukan Promosi

Agar festival yang akan kamu gelar bisa mendapatkan respon yang sangat luas dan tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan sponsor dan rekanan baru, maka kamu perlu membentuk tim promosi dengan mengemas promosi semenarik mungkin.

Hal yang perlu kamu perhatikan dalam promosi festival adalah kamu harus melakukan promosi sejak sebelum festival berjalan, ketika di acata festival, dan setelah festival selesai, biasanya dalam bentuk dokumentasi agar dapat menarik sponsor dan vendor untuk mendukung festival atau acara yang selanjutnya.

Memilih hiburan,lightning,tempat dekorasi dan peralatan terbaik dan Berpengalaman

Dengan pemilihan hiburan yang tepat sesuai dengan target masyarakat yang akan menghadiri acara menjaid salah satu faktor terpenting dalam sebuah acara festival di samping itu pemilihan vendor persewaan alat untuk festival, yang akan di pakai untuk mensukseskan acara yang akan di gelar. Contohnya seperti persewaan panggung, sound system, lighting, genset, LED wall, dan lain-lain.

Hal ini juga harus benar-benar kamu perhatikan, karena semua kerja kerasmu selama mempersiapkan acara festival akan hancur jika pada hari pelaksanaan event ternyata vendor-vendor yang kamu pakai mengalami kendala karena kurangnya pengalaman dan kesiapan .

Kemas Acara Secara Menarik dan Berkesan

Ketika kamu membuat festival , kamu harus bisa mengemas acara tersebut semenarik mungkin, sehingga pengunjung akan merasakan sesuatu yang berkesan. Karena sangat tidak  menutup kemungkinan setelah acara yang diadakan, akan ada tawaran untuk membuat festival-festival lain setelah mereka terkesan oleh acarayang telah kamu adakan.

Itulah hal-hal yang harus menjadi perhatian serius bagi kamu yang akan menggelar suatu acara festival,baik acara festival musi,film,makanan dll. Demikian artikel dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang akan menggelar festival namun masih bingung apa saja yang harus dilakukan sebelum mengadakan festival acara.

Terima kasih sudah berkunjung

Tentang kesuksesan dan kegagalan bisnis retail di Indonesia

Kali ini kita akan membahasa beberapa contoh bisnis retail yang sukses maupun yang gagal di Indonesia,sebelum berlanjut mari kita pahami apa itu bisnis retail?

Jika didefinisikan secara umum, arti dari retail adalah sebuah penjualan produk atau jasa dari sebuah bisnis kepada konsumen untuk dapat digunakan atau dikonsumsi oleh mereka sendiri. Di dalam hal bisnis, arti dari retail merupakan sebuah upaya pemasaran barang atau jasa yang dilakukan secara eceran atau satuan langsung kepada para konsumen untuk keperluan pribadi mereka maupun rumah tangga. Jadi pembelian yang mereka lakukan bukan untuk dijual kembali ya.

Bisnis retail ini juga sering disebut sebagai pengecer atau penjual eceran. Dimana jumlah barang yang dijual biasanya dalam jumlah yang kecil atau satuan. Sehingga jika suatu pabrik menjual produk barangnya dalam jumlah yang besar kepada pemilik bisnis lainnya. Maka kondisi tersebut tidak termasuk ke dalam kegiatan penjualan retail. Dalam proses pelaksanaannya, setiap pemilik usaha retail akan membeli produk atau jasa dalam jumlah yang banyak dari produsen yang kemudian bisa dijual kembali kepada para konsumen secara langsung dalam bentuk satuan yang lebih sedikit. Proses transaksi tersebut selanjutnya akan dijelaskan lebih detail dalam rantai pasokan distribusi produk.

Di lihat dari skalanya bisnis retail terbagi menjadi 2 yaitu

Skala Besar

Dari segi skala penjualan, dalam usaha ritel terdapat usaha ritel dengan skala penjualan besar. Di sini, pengecer (pelaku usaha ritel) menyediakan barang yang dijual, dalam jumlah besar.Meski dalam jumlah besar, mereka tetap bisa melakukan pendistribusian langsung ke pelanggan akhir, untuk dikonsumsi secara pribadi. Pelanggan sebenarnya juga bisa menjual kembali barang dari ritel jenis ini, namun harganya tidak cukup murah ketimbang membeli ke distributor. Adapun, contoh usaha ritel skala besar ini adalah supermarket atau department store, misalnya seperti Hypermart, Giant, Matahari, Ramayana, Centro, Foodhall, dan masih banyak lagi. Dari contoh usaha ritel di atas, mayoritas orang menyebutnya sebagai modern trade. Mengapa? Karena, jenis ritel skala besar ini, memiliki nuansa modern, dari segi lokasi, fitur, teknologi dan pelayanannya.

Skala Kecil

Hampir sama dengan jenis usaha ritel skala besar, jenis ritel ini adalah bisnis yang dilakukan pengecer (yang menjual barang dalam jumlah satuan) namun dengan jumlah yang lebih kecil, daripada ritel skala besar. Jenis usaha ritel skala kecil ini, juga biasa disebut dengan general trade atau tradisional ritel. Karena, biasanya jenis usaha ritel ini dilakukan secara konvensional oleh perorangan. Namun, dalam jenis ritel ini juga dibagi lagi menjadi dua kategori, yakni usaha ritel kecil berpangkal, seperti kios atau pedagang kaki lima (menetap), dan usaha ritel kecil tidak berpangkal, seperti pengecer (tidak menetap).Contoh usaha ritel skala kecil kategori berpangkal, adalah seperti minimarket, warung sembako, agen makanan, dan lainnya. Di Indonesia sendiri, banyak contoh usaha ritel dengan jenis dan kategori ini, seperti Indomaret, Alfamart, agen makanan atau sembako, toko sayuran, Total Buah Segar, dan lain-lain.   Sedangkan, contoh usaha ritel tidak berpangkal, adalah seperti tukang sayur keliling, tukang roti keliling, dan lain-lain. 

Kesuksesan dan kegagalan bisnis retai di indonesia

Seperti yang kita ketahui bisnis tidak serta merta akan sukses ,bisnis yang baik adalah bisnis yang kesuksesanya akan bertahan dengan lama walaupun tidak menutup kemungkinan karena beberapa faktor baik internal maupun eksternal bisnis bisa sewaktu waktu bangkrut.maka dari itu untuk mempertahankan sebuah bisnis butuh keahlian dan manajerial yang tepat dalam mengelolanya.berikut beberap contoh bisnis retai yang sukses hingga sekarang dan yang rugi karena kurangya inovasi.

Bisnis retail yang sukses hingga sekarang

Dari sekian banyak masyarakat di indonesia pasti tidak akan asing lagi dengan minimarket Indomaret dan Alfamart. Indomaret dan Alfamart adalah dua bisnis ritel besar yang berkembang pesat dan memenangkan pangsa pasar saat ini. Bisnis besar ini telah menjadi favorit sebagian besar masyarakat bahkan menjadi lifestyle dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.dimana sebagian besar kedua gerai ini ada di setiap daerah bahkan mencakup wilayah yang luas dan banyak tersebar dimana-mana terlebih di kota-kota besar jarak antara satu gerai dan gerai lain bisa dikatankan berdekatan,kenapa perusahaan retai ini dapat menguasai pangsa pasar saat ini dan eksistensinya makin menjamur dan tidak berdampak signifikan terutama di era pandemi covid 19 kemarin,ya karena kedua bisnis ini memanfaatkan strategi dan jaringan yang mereka miliki untuk mampu bertahan di era saat ini.strategi pemasaran 7P yang berfokus di 3P + 1S Service menjadi strategi yang di terapkan di dalam kedua bisnis ini yaitu:

Strategi ini meliputi 3P 1S yaitu “Product, Price, Place, dan Service”. Sebuah perusahaan termasuk Indomaret dan Alfamart mampu berdiri dengan bauran pemasaran yang diterapkan guna memengaruhi konsumen.

  • Product (Produk)

Jenis produk yang ditawarkan di Indomaret atau Alfamart beraneka ragam. Mulai jenis merek produk lokal, non lokal, sampai merek produk sendiri. Produk yang ada di keduanya lengkap dan tersedia banyak.Penempatan produknya pun sangat rapi di rak dengan pengkategorian masing-masing produk sehingga tidak membuat bingung konsumen yang datang ke gerai.

  • Price (Harga)

Indomaret dan Alfamart sudah menetapkan harga dari pusat. Mereka selalu meng-update harga setiap hari. Karyawan yang bekerja pun harus mengganti harga yang terpasang di rak. Harga yang menarik minat konsumen untuk membeli barang lebih banyak selalu menjadi cara kedua bisnis ritel besar ini dalam membujuk konsumen.seperti promo,event dan potongan harga Selain itu juga mereka menawarkan harga produk lebih murah dengan embel-embel ‘beli satu gratis satu’.Mereka juga menawarkan hadiah voucher belanja ataupun souvenir gelas, piring, tas, dan sejenisnya. Mereka juga menyediakan kartu member untuk memperoleh potongan harga jika sudah banyak membeli produk dari gerainya.

  • Place (Lokasi Tempat)

Dua bisnis ritel besar ini mendirikan gerainya di lokasi-lokasi strategis, dekat dengan pusat keramaian, perumahan warga, pasar, jalan raya bahkan jalan lingkar.Strategi lokasi yang dipilih ini bertujuan memudahkan konsumen untuk meraihnya sehingga berbelanja di Indomaret atau Alfamart dinilai efisien. Bahkan bagi para konsumen yang sedang melakukan perjalanan dapat dengan mudah membeli minuman dan beristirahat di sana.

  • Service (Pelayanan)

Pelayanan di Indomaret dan Alfamart sama-sama menunjukkan keramahan dan kenyamanannya. Karyawan akan menyapa setiap konsumen yang masuk dengan ucapan “Selamat datang, selamat berbelanja, ada yang bisa kami bantu ?”.Setiap konsumen kebingungan, dengan sigap karyawannya akan membantu mencarikan kebutuhan yang diinginkan konsumen.

Walaupun banyak pesaing yang muncul namuan karena strategi yang di tetapkan tepat makan kedua merek ini tetap eksis dan sukses hingga saat ini,kemudahan dalan jangkauan,harga yang di tetapkan produk yang bervariasi menjadi strategi yang tepat untuk pasar di indoensia.

Bisnis retail yang mengalami Kerugian hingga tutup

berbicara kesuksesan ada pula beberapa perusahaan retai di indonesia mengalami kebangkrutan misalnya Giant Supermarket dan Ramayana.

Giant supermarket, menjadi brand besar selanjutnya yang harus ‘menyerah’ pada keadaan, dan secara resmi akan menutup seluruh gerai pada bulan Juli 2021 mendatang. Tentu saja keputusan ini membuat banyak pihak merasa dirugikan. Namun sederet alasan mengapa Giant tutup juga telah diungkapkan oleh pihak manajemen.Kenapa sekelas Giant Supermarket mengalami kebangkrutan yang akhirnya tutup,di saat pandemi covid 19 kemarin memukul banyak bisnis terutama bisnis retail,dimana pemberlakuan PPKM dan pembatasan pengunjung menyebabkan bisnis retail skala besar ini akhirnya gulung tikar,karena dengan tingkat perputaran yang tinggi akan menyebabkan kerugian yang besar jika supermarket ini tutup atau kurang pengunjung dalam waktu lama,seperti kita ketahui bisnis retail mengandalkan pembelian end customer dimana laku atau tidaknya barang yang di jual tergantung dengan banyaknya pengunjung yang datang di ibaratkan ration pengunjung berpengaruh terhadap ratio penjulalan yang terjadi,karena covid kemarin membatasi ruang gerak masyarakat alhasil bisnis supermarket lagsung terpukul jatuh dengan kerugaian yang setiap hari di peroleh,dengan penutupan dan PHK seluruh karyawan yang bekerja merupakan satu-satunya langkah terbaik yang dapat di ambil oleh pihak manajemen supaya kerugian yang di alami tidak terus meningkat.

Sama seperti Giant Supermarket Ramayana juga mengalami kerugian sehiungga berimbas menjadi penutupan beberapa gerai.Toko serba ada yang sudah cukup lama berdiri milik PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk ini telah tutup sebanyak 8 gerai di berbagai daerah karena merugi. Gerai Ramayana yang ditutup itu antara lain 2 gerai yang ada di Surabaya, 1 di Gresik, 1 di Banjarmasin, 1 di Bulukumba, 1 di Bogor, 1 di Pontianak, dan 1 gerai Ramayana di Sabang.

Kedua bisnis retail ini mengalami kerugian akbita faktor eksternal yaitu Pandemi covid 19 yang tidak dapat di prediksi terlebih bisnis retail mengandalkan pengunjung untuk datang ke toko,dengan skema bisnis pembelian on the spot atau di tempat menyebabkan kedua bisnis ini tidak bisa berkutik saat pandemi menyerang.

Oke yah demikian penjelasan dan beberapa contoh bisnis retail di Indonesia dimana ada yang sukses sampai sekarang dan ada yang mengalami kebangkrutan,di setiap bisnis akan ada resiko yang dihadapi namun ada juga peluang yang dapat di manfaatkan, Penentuan strategi dalam menjalan bisnis perlu di perhatikan untuk menunjang berelangsungan bisnis ,Terutama bisnis retail yang menyasar end customer harus benar benar jeli dalam pengelolaan dan strategi penjualanya disarankan menggunakan startegi marketing mix (7P) di dalam bisnis akan meningkatkan nilai perusahaan .

Sekian dan terima kasih

Mengenal keuntungan dan kerugian bisnis waralaba

Halo apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Wah, akhirnya saya bisa ngeblog lagi.

Jujur saja dulu saya menulis blog ini hanya untuk mata kuliah kewirausahaan 1,sekarang saya buka kembali karena saya mengambil mata kuliah kewirausahaan 3.jangan tanya dimana kewirausahaan 2 kemana karena menjadi yang kedua itu tidak mengenakan.hehehe.

kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Bisnis Waralaba ,sebelum membahas lebih lanjut apa itu bisnis waralaba? Franchise atau waralaba yaitu metode mendistribusikan produk atau layanan yang melibatkan Franchisor sebagai pemilik merek dagang atau nama dagang dan sistem bisnis. Franchisee atau penerima waralaba, yang membayar royalti dan seringkali biaya investasi awal untuk mendapatkan hak atas kekayaan intelektual di bawah nama dan sistem franchisor.

Keuntungan menjalankan bisnis waralaba

  • Manajemen yang sudah terbentuk

Bisnis waralaba memberi keuntungan pada pelakunya karena telah mempunyai reputasi yang sangat bagus. Sistem manajemen usahanya juga teruji karena sudah pernah di jalankan sebelumnya.sehingga SOP dalam pengelolaanya sudah ada dan tinggal menjalankanya

  • Masyarakat telah mengenal merek

Biasanya usaha dengan model seperti demikian lebih mudah di pasarkan karena sebagian besar masyarakat, khususnya segmen pasar yang di tuju sudah mengenalnya.Sehingga menurut waralaba murah ongkos serta biaya yang di butuhkan untuk membangun nama atau merk bisnis tersebut sangat sedikit ketimbang saat membangun usaha yang benar-benar masih baru.

  • Kemudahan dalam manajemen keuangan

Setiap penanam modal atau pelaku usaha pasti lebih senang memberi modal terhadap bidang bisnis yang sudah kokoh berdiri terutama dari sisi jaringan pemasaran dan keuangan.Apabila memakai sistem franchise, kedua sistem tersebut telah di siapkan dengan baik oleh sang franchisor.Jadi pelaku usaha tidak akan pusing oleh urusan pemasaran dan keuangan.Ini sangat berbeda jauh saat harus merintis usaha baru, di mana kita harus mengurus sendiri pemasaran dan sistem keuangannya.

  • Jaringan bisnis sudah terbangun

Kelebihan lainnya adalah akan memperoleh sistem jalinan kerjasama yang telah terbangun dari franchisor. Bentuk kerjasama ini pada umumnya meliputi pasokan bahan baku dan alat produksi, promosi, pemasaran dan sebagainya.

  • Mendapat pelatihan/Training

Selain penyediaan bahan baku, alat produksi, bantuan promosi hingga pemasaran dan sistem manajemen, kita selaku pewaralaba juga selalu mendapat pelatihan atau training tentang hal-hal berkaitan dengan bidang bisnis yang akan di rintis.Jadi meski baru saja beroperasi, bisa langsung berjalan layaknya bisnis yang sudah lama buka.

  • Sebagai sarana pembelajaran

Khusus untuk pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi, jika memilih peluang usaha jenis ini, tentunya akan mendapat keuntungan lain. Keuntungan tersebut berupa pembelajaran tentang segala hal yang berhubungan dengan dunia bisnis.Ilmu ini bisa Anda jadikan bekal apabila suatu saat nanti ingin membuka usaha dengan nama dan merk dagang milik sendiri.

Kekurangan usaha franchise.

  • Sulitnya mengendalikan bisnis

Pewaralaba tidak dapat mengendalikan secara maksimal terhadap bisnis yang ia jalankan sendiri. Segala sistemnya telah di tentukan oleh franchisor.Jadi jika memiliki ide baru dan ingin mengembangkannya, hal ini tidak bisa langsung anda praktekan secara langsung.Karena ada perjanjian-perjanjian tertentu yang membatasi ruang gerak kita.

  • Terikat pada pemasok atau supplier

Salah satu cara guna menekan biaya produksi adalah mencari distributor atau pemasok bahan produksi yang bisa memberi harga lebih murah.Untuk urusan ini apabila bisnisnya memakai konsep franchise, sistem pasokan bahan produksinya telah di tentukan oleh sang pemilik dengan harga yang sudah tetap bahkan ada yang tidak bisa kita tawar.

  • Tingkat ketergantungan lebih tinggi

Kelemahan terbesar lain adalah tingkat ketergantungannya lebih tinggi di banding bisnis konvensional.Contohnya jika franchisor melakukan kesalahan besar yang mengakibatkan reputasi bisnisnya menurun, secara langsung kondisi tersebut juga akan berpengaruh terhadap operasional yang Anda kelola.

  • Ongkos merek

Berbeda dengan jenis lainnya, sebelum membuka calon pewaralaba harus membayar biaya pembelian hak merk dan segala hal yang sudah di tentukan dalam perjanjian.Penggunaan merk dagang ini tidak berlaku selamanya dan biasanya setiap tahun atau dalam kurun waktu tertentu harus bayar lagi.

  • Porsi keuntungan

Keuntungan yang di dapat oleh pelaku bisnis franchise tidak serta merta jadi milik sendiri tapi harus di bagi dengan pemilik merk dalam bentuk royalti.Bisnis waralaba memiliki beberapa keuntungan dan kerugian,kesuksesan sebuah bisnis waralaba juga tergantung dari seberapa baik manajemen bisnis yang dijalankan,walaupun bisnis waralaba sudah terbentuk dengan baik namun proses menjalankan bisnisnya harus tetap di atur dan di kendalikan supaya kestabilan usaha waralaba dapat tercapai dan bisnis tidak mengalami kerugian.

Dalam membangun bisnis waralaba atau franchise ialah dengan persiapan dan perencanaan yang matang, selain itu ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam memilih franchisee seperti janji franchisor yang mengatakan bahwa bisnisnya dapat membukukan BEP dalam waktu singkat jangan langsung di percaya, karena diperlukan survei mendalam untuk dapat memutuskan franchise mana yang memiliki prospek bagus. Yang terpenting adalah franchisee wajib melakukan penelitian mengenai usaha frnachise atau waralaba yang di inginkan secaraa mendalam sebelum memutuskan untuk membeli frnachise tersebut. Untuk mengetahui apakah franchise yang dibeli benar berprospek bagus ialah dengan beberapa cara, yaitu:

1. Lihatlah bisnis yang sudah berjalan, apakah sukses atau tidak. Sukses atau tidak suatu bisnis dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan tersebut, atau dilihat secara kasat mata dengan melihat pelanggan yang datang ke franchise tersebut.

2. Lihat apa yang menjadi daya tarik dari usaha waralaba tersebut. apakah kelebihan bisnis tersebut mampu menarik pelanggan dibanding dengan usaha waralaba atau franchise yang lain.

3. Telitilah apakah perusahaan tersebut sudah memiliki sebuah sistem dan prosedur standar dalam menjalankan bisnisnya.

4. Cari tahu sudah berapa banyak usaha franchise yang menjalankan franchise atau usaha waralaba tersebut, bila mungkin carilah informasi mengenai franchisor tersebut kepada franchisee yang lain apakah franchisor tersebut memang bagus dan berprospek tinggi.

5. Bandingkan usaha franchise yang satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan informasi usaha waralaba atau franchise yang memang berprospek tinggi.

Demikian yang beberapa yang dapat saya tulis,sampai jumpa di postingan selanjutnya

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai